17293966668_2d414bd7b4_oKiri: Muhammad Miftakhul Syaikhuddin , Kanan: Rahman Yusri Aftian

Di ajang GNOME Asia Summit 2015 kemarin (7-9 Mei 2015) adalah moment bagus menurut saya, dalam moment itu bisa bertemu dengan para penggiat opensource di tingkat Asia, bahkan pembicara dan peserta yang hadir juga ada dari Eropa, Amerika dan beberapa negara Yobar (Maksudnya Barat). Ya paling tidak bisa ketemu rekan-rekan pengembang BlankOn buat kumpul-kumpul dan Reuni seperti kata Pak Anwari. Tapi sayang, lho koq sayang …, ya … karena saya tidak bisa ikut hadir pada moment tersebut, karena tugas dan pekerjaan saya.

Padahal jauh-jauh hari saya sudah minta ijin sama pimpinan saya untuk acara itu. Tapi saya gak tega buat ninggalin pekerjaan yang saat itu sangat penting dan juga salah satu tanggung jawab saya. Tapi tak apalah, saya juga diminta Pak Aftian (Rahman Yusri Aftian – Purn. Manajer Rilis BlankOn #5-7) untuk sedikit menyumbang dalam presentasinya di acara tersebut.

Tapi bukan itu Inti ceritanya, ada sedikit Epiode menarik dari Pak Aftian tentang keberangkatanya saat naik Kereta Malam via Stasiun Gubeng. Yang rencananya bareng sama pak Syaimif (Manager Rilis BlankOn X Tambora).

Seperti biasa perjalanan yang lalu-lalu saat bersama saya, kami selalu menggunakan Jasa Montor Mabur alias pesawat terbang. Namun kali ini mereka (Eks. Manajer dan Mr. Manajer) menggunakan jasa Kereta Api.

Sebelum berangkat sekitar jam 02.30 pak Aftian telepon saya, menanyakan apa saya jadi ikut. saat itu saya masih dikantor mengerjakan pekerjaan yang dikejar waktu. Saya bilang ke pak Aftian saya gak bisa ikut. Saya tanya balik ke pak Aftian berangkat jam berapa? , jawab Pak Aftian Jam 04.00 tapi setengah jam sebelum itu harus sudah ada di Stasiun KA Gubeng. Sementara pemesanan Tiket KA yang diserakan ke Pak Syaimif dari biro perjalanan KA di Jombang (tempat tinggal Pak Syaimif). Karena Pak Syaimif sendiri berangkat dari Stasiun KA Kota Jombang, maka Pak Aftian yang di Stasiun KA Gubeng Surabaya tidak memegang tiket sama sekali, sedangkan Pak Syaimif sudah melakukan Print out Tiketnya di Jombang.

Timbul Kekhawatiran dan Sedikit bingung dari Pak Aftian karena waktu udah mepet dan sampai saat itu tidak memegang tiket. Akhirnya Pak Aftian mencoba konfirmasi dengan Pihak Petugas Stasiun Gubeng, pada saat itu kantor biro dalam keadaan sudah Tertutup dan tidak bisa melayani. dengan sedikit negosiasi bak Diplomat Ulung pak Aftian bisa meyakinkan bahwa dia adalah benar-benar salah satu penumpang Kereta Api sore itu yang tiketnya ada dan dipegang rekannya yang naik dari Stasiun KA Jombang. Akhirnya petugas biro itu mencari akal agar Pak Aftian bisa masuk KA. Karena kata petugas tersebut, Pak Aftian tidak bisa masuk melalui Pintu Pemeriksaan tanpa membawa Tiket KA, Maka Petugas itu membawa Pak Aftian masuk sebagai Penumpang melalui Pintu Cleaning Service. Saya jadi ngebayangin Kalau saat itu Pak Aftian masuk dengan membawa Timba dan Alat Pembersih Lantai KA,

😀 😀 😀

Begitulah cerita yang ditulis oleh Pak Abd. Azis Wasik sang Pamong Desa

10444626_980325361985279_9212495415954682186_n